Tugas-Tugasku..

Kamis, 15 Maret 2012

Metode Inquiri dan Problem Solving

BAB II
PEMBAHASAN
2.1            Berbasis Inquiry   
2.1.1    Pengertian Metode Inquiri
Metode inquiri bisa di sebut juga metode “penemuan” merupakan metode yang relatif baru yang di perkenalkan kepada guru – guru, bersamaan dengan meluasnya CBSA ( cara belajar siswa aktif ). Metode penemuan ini sangat penting untuk di lakukan peserta didik usia sekolah dasar. Metode inquiri ini dapat di rancang penggunaannya oleh guru menurut kemampuan mereka atau menurut tingkat perkembangan intelektualnya. Metode inquiri (penemuan) adalah cara penyajian pelajaran yang memberi kesempatan pada peserta didik untuk menemukan informasi dengan atau tanpa batuan guru. Metode penemuan melibatkan peserta didik dalam proses–proses mental dalam rangka penemuannya. Metode penemuan memungkinkan para peserta didik menemukan sendiri informasi–informasi yang di perlukan untuk mencapai tujuan belajarnya.
2.1.2        Tujuan Metode Inquiri

Tujuan dalam metode inquiri adalah :
·       Meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam menemukan dan memproses bahan pelajaran IPS 
·       Mengurangi Ketergantungan peserta didik pada guru untuk mendapatkan penyelaman belajar IPS 
·       Melatih peserta didik menggali dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang tidak ada habisnya
·       Memberi pengalaman seumur hidup

2.1.3    Alasan Mengunakan Metode Inquiri :
·       Perkembangan dan kemajuan pengetahuan ilmu sosial yang sangat pesat 
·       Belajar tidak dapat hanya diperoleh dari sekolah tetapi juga lingkungan sosial 
·       Melatih peserta didik untuk memiliki kesadaran sendiri belajarnya 
·       Penanaman kebiasaan untuk belajar langsung seumur hidup
2.1.4        Kelebihan dan Kekurangan Metode Inquiri

Kelebihan:
·       Menekankan kepada proses pengolahan informasi oleh peserta didik sendiri 
·       Memuat konsep diri peserta didik bertambah dengan penemuan–penemuan yang di perolehnya 
·       Memiliki kemungkinan besar untuk memperbaiki dan memperluas persediaan dan penguasaan keterampilan dalam proses kognitif para peserta didik.
·       Penemuan–penemuan yang di peroleh oleh peserta didik dapat menjadi kepemilikannya dan sulit melupakannya.
·       Tidak menjadikan guru sebagai satu–satunya sumber belajar, karna peserta didik dapat belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar.
Kekurangan:
·       Tidak sesuai untuk kelas yang besar jumlah peserta didiknya
·       Memerlukan fasilitas yang memadai
·       Menuntut guru untuk mengubah cara mengajarnya yang selama ini bersifat tradisional, sedangkan metode baru ini dirasakan oleh guru belum melaksanakan tugasnya mengajar karena guru hanya sebagai fasilitator, motivator dan pembimbing.
·       Sangat sulit mengubah cara belajar peserta didik dari kebiasaan menerima informasi dari guru menjadi aktif dan menemukan sendiri
·       Kebebasan yang diberikan kepada peserta didik tidak selamanya dapat di manfaatkan secara optimal, kadang peserta didik malah kebungungan memanfaatkannya

2.2              Problem Solving (Pemecahan Masalah)

2.2.1          Pengertian
Adalah suatu metode atau cara penyajian pelajaran dengan cara siswa dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan atau diselesaikan, baik secara individual atau secara kelompok.
Pada metode ini titik berat diletakkan pada pemecahan masalah secara rasional, logis, benar dan tepat, tekanannya pada proses pemecahan masalah dengan penentuan alternatif yang berguna saja
Metode ini baik untuk melatih kesanggupan siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, mengingat tidak ada manusia yang dapat terlepas dari kesulitan atau masalah yang harus diselesaikan secara rasional
2.2.2          Alasan penggunaan
1) Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja
2) Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, hal ini merupakan kemampuan yang sangat bermakna bagi kehidupan manusia
3) Metode ini merangsang pengembangan kemampuan berpikir siswa secara kreatif danmenyeluruh, karena dalam proses belajarnya, siswa banyak melakukan proses runtut dengan menyoroti permasalahan dari berbagai segi dalam rangka mencapai pemecahannya.


2.2.3         Tujuan

Tujuan penggunaan metode problem solving (pemecahan masalah) adalah sebagai berikut:
1) Mencari jalan keluar dalam menghadapi masalah- masalah secara rasional
2) Dalam memecahkan masalah dapat dilakukan secara individual maupun secara bersama-sama
3) Mencari cara pemecahan masalah untuk meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri.

2.2.4         Manfaat

Manfaat yang diperoleh dari penggunaan metode problem
solving (pemecahan masalah) antara lain:
1) Mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah-masalah serta mengambil keputusan secara obyektif dan rasional
2) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis dan analitis
3) Mengembangkan sikap toleransi terhadap orang lain serta sikap hati-hati dalam mengemukakan pendapat
4) Memberikan pengalaman proses dalam menarik kesimpulan bagi siswa

2.2.5         Langkah-langkah Penggunaan

1) Persiapan
a) Menentukan permasalahan sebagai topik. Topik ini dapat ditentukan dengan cara menyajikan masalah yang jelas, yang menimbulkan pertanyaan ingin tahu sehingga mendorong untuk pemecahannya. Masalah ini harus tumbuh dan sesuai dengan taraf kemampuan serta kecerdasan siswa
b) Merumuskan Tujuan pembelajaran Khusus (TPK)
c) Merumuskan langkah-langkah pemecahan masalah
d) Menentukan kriteria pemilihan pemecahan masalah yang terbaik.


2) Pelaksanaan
a) Menjelaskan tujuan pembelajaran khusus (TPK)
b) Menjelaskan pemecahan masalah
c) Merumuskan permasalahan
d) Menelaah permasalahan
e) Membuat dan merumuskan hipotesa
f) Menghimpun, mengelompokkan data sebagai bahan hipotesis
g) Pembuktian hipotesis
h) Menentukan pilihan pemecahan dan keputusan















BAB III
PENUTUP

3.1      Kesimpulan
            Metode inquiri (penemuan) adalah cara penyajian pelajaran yang memberi kesempatan pada peserta didik untuk menemukan informasi dengan atau tanpa batuan guru. Metode penemuan ini melibatkan peserta didik dalam proses–proses mental dalam rangka penemuannya. Metode ini memungkinkan para peserta didik menemukan sendiri informasi–informasi yang di perlukan untuk mencapai tujuan belajarnya.
Problem Solving adalah suatu metode atau cara penyajian pelajaran dengan cara siswa dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan atau diselesaikan, baik secara individual atau secara kelompok.
Kedua metode ini perlu dipahami dan dikuasai oleh para guru khususnya guru SD. Karena dapat membantu dalam proses belajar mengajar.
3.2      Saran
·         Disarankan untuk mahasiswa UNJ PGSD untuk belajar mengenai metode inquiry dan problem solving. Agar kelak ketika mengajar, dpat mengaplikasikannya.
·         Perlu diadakan pembelajaran lebih lanjut mengenai metode inquiry dan problem solving.




Daftar Pustaka
Winataputra, Udin S. 2009. Materi dan pembelajaran IPS. Jakarta: Universitas Terbuka)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar